Welcome To My Site Please Stay And Make Your Self Comfortable...

If You Forget Me





I Want you to know one thing.

You know how this is:
if I look
at the crystal moon, at the red branch
of the slow autumn at my window,
if I touch
near the fire
the impalpable ash
or the wrinkled body of the log,
everything carries me to you,
as if everything that exists,
aromas, light, metals,
were little boats
that sail
toward those isles of yours that wait for me.

Well, now,
if little by little you stop loving me
I shall stop loving you little by little.

If suddenly
you forget me
do not look for me,
for I shall already have forgotten you.

If you think it long and mad,
the wind of banners
that passes through my life,
and you decide
to leave me at the shore
of the heart where I have roots,
remember
that on that day,
at that hour,
I shall lift my arms
and my roots will set off
to seek another land.

But
if each day,
each hour,
you feel that you are destined for me
with implacable sweetness,
if each day a flower
climbs up to your lips to seek me,
ah my love, ah my own,
in me all that fire is repeated,
in me nothing is extinguished or forgotten,
my love feeds on your love, beloved,
and as long as you live it will be in your arms
without leaving mine

New !!! Desktop Locker v. 1.60

Software ini dapat digunakan untuk mengunci layar desktop Anda. Caranya dengan menutupi layar desktop dan diberi password. Software ini juga sudah dilengkapi dengan perlindungan sederhana seperti disable Alt+F4, always on top, sembunyikan icon di desktop, tombol start, serta taskbar, dll.

Main Features : 
- Completely Fulfill the Screen
- Protected by Password (Optional)
- Custom Message and Image
- Hide Start Button, Taskbar, and Desktop
- Anti Keylogger
- Create StartUp and Desktop Shortcut (Optional)
- Uninstall Feature

Changes Log :
- New Improved! Centering Layout Algorithm
- Updated encryption method
- Optimize resources memory
- Updated Splash Screen
- New Feature! Avoid Standby Mode (beta)
- Updated Random Caption

DOWNLOAD disini : Desktop Locker v.1.60


bunda


Aku lahir dan teriakkan tangis pertamaku
Agar kau bangga karena aku berhasil hidup, bunda
Kupompa jantung, kuhirup udara lewat paru-paru
Akhirnya aku dapat merasakan langsung belaian kasih bunda di kulitku

Namun bunda, di mana kau berada
Belaianmu belum juga kudapatkan
Aku sendiri dalam boks dingin dan gelapnya malam
Menanti, kesepian dan tanpa nama

Bunda, entah berapa tangan sudah menimang
Namun, timanganmu belum juga menyapa
Ada apa dengan diriku ini, bunda
Apakah aku telah berbuat salah ?
Mereka membawaku keluar dari rumah sakit, bunda ...
Tapi bagaimana bila kau mencariku ?
Bagaimana bila kau tiba-tiba merinduiku
Atau aku merinduimu, 9 bulan dalam rahimmu, membuatku sayang padamu
Akankah kelak kita bertemu lagi, bunda ?
Akankah kau pernah tahu kemajuanku dari hari ke hari, bunda ?

Akankah kau bertanya apa aku baik-baik saja, bunda ?
Akankah kau perduli dengan keadaanku, bunda ?
Aku sekarang tinggal di panti bayi, bunda
Tanpa sambutan hangat dan pelukan
Tanpa aqiqah dan tanpa pengajian
Hanya tatap iba yang kudapat

Aku sudah mulai bisa berjalan walau sedikit tertatih, bundaku
Tapi kenapa tidak terdengar tepuk tangan bangga darimu
Hanya penjaga bayi di panti, saksi bisu kemajuanku

Aku memang tidak cantik bunda, tak ada yang mau mengadopsiku
Tapi aku yakin kau bangga dan mencintaiku, hanya itu yang ada di hati
Walau aku dapatkan makan, pakaian dan boks tidur di sini
Tapi harapan bersamamu, berada dalam pelukanmu selalu ada di dada ini
Membuatku kuat menjalani hari-hari sulit dalam panti

Bunda, di manapun kau berada
Jangan kau khawatir padaku ya
Aku memang kecil tapi aku kuat
Berbanggalah padaku, bunda

PERGILAH JIWA


Tsunami
Entah dimana nyawa berdiam duka

entah dimana aura ringkih meraja
entah dimana belahan jiwa menutup mata
Ku rindu....
Kasih bunda di tiap angka-angkaNya
Sejak bumi guncang kelopak mata
Hingga simbah airpun meronta
Pergi....
Pergilah jiwa dengan ikhlas dalam dada
di pelukan bunda
di gendongan tikar berbalut kafan bersama
belahan bumi dan semerbah jeumpa mewangi.
idak seorang pun sanggup melawan takdir,
tidak pula kau....
juga tidak diriku, 
maka pergilah
pergi....

BELUM HABIS DAUN-DAUN DESEMBER


-Buat saudara-saudaraku di Aceh yang tengah berdukaĆ¢€¦

1/
Tak ada kata paling kelam
sanggup menjangkau dasar palung lukamu.
Hanya doa airmata yang timbul tenggelam
dalam adonan rasa: kehilangan, ketakutan dan kepasrahan.

Hidup bukan semata senda gurau permainan
sebab pada setiap detik di depan
senyum tak sepenuhnya bisa dibentangkan.

Belum habis daun-daun Desember tanggal dari kelender
saat getar gempa membelah hening pagi tanah Rencong.
Belum genap rotasi bumi, belum lunas putaran jarum jam
ketika gelombang pasang merambah daratan pemukiman
menghempas kota seisinya: yang hidup dan mati
manusia hingga debu materi.

2/
Aku tak ingin menuliskan angka-angka itu
puluhan ribu mereka yang rebah minggu lalu.
Aku ingin mencatat setiap nama mereka dalam diariku
sebab membacanya lebih merenyuhku pilu.

Aku benci harus mencatat angka jumlah korban
puluhan ribu mereka yang jadi korban minggu lalu
sebab di ujung kalkulasi dalam rumusan baku
hanya hampa, dan bukan jaga dalam sedu sedan.

3/
Adakah beda antara hidup dan mati
jika wajah mereka yang hidup seredup wajah
mereka yang bergelimpangan di seantero kota mati?

Apakah masih berarti kehilangan
jika yang tersisa hanya pakaian membungkus badan?

Mungkin masih nyala sepercik harapan
tapi mengapa yang tersadap semata aroma kematian?

Tuhan, padaMu semua jawaban
hembuskanlah pada mereka dengan nafas Rahman!

Tuhan, rengkuhlah kami semua dalam KasihMu
tuntunlah kami, jangan biarkan kami angkuh
jangan biarkan kami berpaling dari wajahMu
terimalah saudara-saudara kami di Aceh, terimalah mereka
dengan peluk Kasih dan SayangMu
sebab luka mereka tengadah nganga
semata kepadaMu.

Amin! Amin! Amin!